Senin, 05 Juli 2010
belanda 'yang penting menang'!!!!!!!!!!!

Cape Town - Tak semua suka penampilan Belanda di Piala Dunia 2010. Oranje racikan Bert van Marwijk itu dikritik karena tidak main cantik. Namun, kritikan ini masih terpatahkan karena toh Belanda masih melangkah dengan gagah.
Relatif tak ada sepakbola indah yang dihadirkan Belanda, yang sempat dikenal dengan gaya Total Football, di Afrika Selatan. Kapten Belanda Giovanni van Bronckhorst membela gaya timnya karena menilai bahwa hal yang terpenting adalah memenuhi target mereka, bukan cuma sekadar main cantik belaka.
"Banyak tim di turnamen ini bilang kami tak memainkan sepakbola indah, tapi kami mulus di fase grup. Di setiap pertandingan Anda pasti ingin tampil bagus, tapi yang terpenting sekarang adalah terus menang," lugas bek veteran itu di AFP.
"Di masa lalu kami main cantik dan kemudian kalah, kali ini kami sudah lebih dekat dan penuh kepercayaan diri. Tentu saja kami ingin menang dengan sepakbola atraktif, tapi yang lebih penting adalah menang. Tim ini selalu ingin main cantik, tapi terkadang tak bisa," papar Van Bronckhorst.
Maka dari itu jangan terlalu berharap akan ada Belanda yang tampil dengan sepakbola indah ketika berhadapan dengan Uruguay dalam partai semifinal di Cape Town, Rabu (7/7/2010) dinihari WIB.
"Kian sulit melakukannya karena kami sudah ada di empat besar dan lawan kami akan tangguh sekali. Bagus jika kami memainkan sepakbola cantik, tapi kami akan lebih senang jika menang," lugas Van Bronckhorst.
Belanda belum pernah jadi jawara Piala Dunia kendati acap tampil mengesankan. Untuk itu mereka kerapkali diberi julukan "Juara Tanpa Mahkota", sesuatu yang jelas ingin diubah oleh Van Bronckhorst cs saat ini.
Neraka disurga uruguay

Uruguay itu ‘Tim Surga’. Lolos terus biar lawannya perkasa. Tapi kali ini Belanda akan membuat ‘surga’ Uruguay berubah menjadi neraka. Tim Oranye akan mengalahkan ‘Tim Surga’. Akankah benar begitu? Inilah prediksi budaya tentang itu.
Uruguay itu bak surga. Negeri ini masuk grup yang memuluskan jalannya. Lawan-lawannya rata-rata setara atau di bawahnya. Baru setelah memasuki babak delapan besar, Ghana yang tersisa dari Benua Afrika mengujinya. Pertarungan dramatis itu ternyata memenangkan Uruguay.
Uruguay juga biasa hidup di ‘surga’. Negeri Amerika Latin yang berbatasan dengan Argentina dan Brazil ini terbilang negara ‘sehat’. Jarang terjadi konflik. Dan tidak masuk kategori negeri pengutang besar. Negeri ini ekonomi dan politiknya paling stabil, kendati dia masuk negeri kedua terkecil di Amerika Selatan.
Kenikmatan itu memang layak bagi Uruguay. Itu persis namanya yang berarti ‘Gambaran Sungai dan Burung’. Sebuah ekspresi ketulusan jiwa para pendiri negeri ini. Juga tujuan mulia membahagiakan dan memakmurkan rakyatnya. Uruguay yang beribukota Montevideo itu memang gemah ripa loh jinawi.
Namun ketenangan semua itu bukan berasal dari ketenangan. Ini diraih dari sebuah revolusi berdarah. Spanyol menguasai negeri ini di abad-abad sebelumnya. Dan melalui gesekan serta diplomasi akhirnya merdeka seperti sekarang ini. Mirip Indonesia di tahun 1945.
Di sudut bendera Uruguay terpampang gambar matahari cerah. Juga ternak dan kuda, serta gedung dan dacin lambang keadilan. Bendera ini perspektif negeri. Cita-cita ke depan, lahir dari semboyan ‘Libertad o Muerte’ (Kebebasan atau Kematian), yang dalam bahasa kita mungkin berarti ‘Merdeka atau Mati’.
Itu yang membuat semangat rakyat negeri ini tinggi. Dia pantang menyerah. Pantang undur dari kesulitan. Terbukti dari kiprah Uruguay yang tampil ngotot ketika berhadapan dengan lawan-lawannya di piala dunia kali ini. Berkat itu Uruguay dalam perhelatan sepak bola dunia sudah dua kali mengukir sejarah. Dia jadi jawara.
Namun seperti hukum alam, kausalitas pastilah berlangsung. Tesa harus ada antitesa sebelum menjadi sintesa. Itu yang kali ini agaknya menimpa Uruguay. Negeri yang lama ada di ‘surga’ itu, termasuk dalam laga Piala Dunia 2010 di Afrika ini diprediksi mendapat batu sandungan. Sandungan itu berupa kerikil tajam yang bernama Belanda.
Belanda nyaris lahir sebagai tim paripurna. Hanya karena problem Arjen Roben yang sering cedera dan Robin van Persie yang tak kunjung bersinar, maka tim ini agak lambat membuahkan gol. Selain itu, pasukan belakang juga agak mengkhawatirkan. Untung di laga-laga terakhir ‘salah pengertian’ pemain belakang mulai mampu ditutupi.
Kini babak akhir mulai mengerucut. Uruguay yang terus ‘diselamatkan’ nasib pamornya kian kusam. Kekusaman itu tampak saat berhadapan dengan Ghana. Adakah benar ‘Tim Surga’ ini akan dipaksa Belanda masuk neraka? Saya kok percaya begitu.
Langganan:
Komentar (Atom)